Menjadi Mitra Terpercaya: Standard Chartered Bank Indonesia membantu korban Tsunami dan gempa bumi
Cabang Medan mengumpulkan pakaian layak pakai
Pakaian yang terkumpul di cabang Medan
Karyawan sedang mengumpulkan sumbangan
Bagaimana Tsunami mempengaruhi Indonesia?
Aceh, area paling keras yang terhantam badai tsunami adalah salah satu dari 32 provinsi di Indonesia.
Pulau Nias, bagian utara provinsi Sumatra juga terkena gempa dan tsunami. Dari kejadian ini terdapat lebih dari 100,000 kematian dan ribuan lebih kehilangan tempat tinggal, kekurangan makanan dan kehilangan pekerjaan. Kejadian ini telah menyebabkan penduduk sebagian desa di pantai barat Aceh hanya tinggal 10% dari populasi asli mereka.
PBB telah memperkirakan US$1.6 milyar diperlukan untuk rehabilitasi darurat area yang terkena dampak menyeluruh selama 6 bulan kedepan. Tantangan yang di hadapi penduduk Aceh, meliputi aspek praktis seperti kurangnya bahan bakar, transportasi, jumlah sukarelawan dan juga trauma psikologis, risiko penjualan anak-anak yatim piatu dan penyebaran penyakit.
Bank sentral Indonesia telah meluncurkan satu inisiatif dan aktivitas pengumpulan dana. Lebih dari 45 bank asing telah mengambil bagian, termasuk Standard Chartered (lihat di bawah).
Tujuhbelas keluarga karyawan Standard Chartered Indonesia terkena dampak tsunami dan gempa di Aceh.
Apakah yang telah Standard Chartered Indonesia lakukan?
Standard Chartered Indonesia telah melakukan banyak aktivitas-aktivitas pengumpulan dana untuk membantu memberikan bantuan kepada mereka yang terkena dampak bencana tsunami.
Cabang Medan membuka satu tempat darurat yang dijadikan sebagai pusat pengumpulan pakaian dan pusat informasi. Selama liburan Natal dan Tahun baru, karyawan Wholesale Bank dan Consumer Bank bekerja bersama-sama membantu nasabah Bank yang perlu melakukan transaksi.
Bank telah mentransfer IDR10 juta (US$1,100) kepada 16 karyawan untuk dana darurat. CEO, Simon Morris, secara pribadi bertemu sejumlah karyawan untuk menyatakan pernyataan duka cita dan solidaritas.
Bank berjanji untuk menambah IDR10 juta (US$1,100) kepada bank sentral Indonesia. Lima juta rupiah ditujukan untuk usaha pemulihan darurat melalui Palang Merah Indonesia dan ICRC. Lima juta rupiah lainnya akan membiayai aktivitas-aktivitas kerjasama dengan organisasi pengembangan di bawah PBB.
Untuk membantu mengumpulkan lebih banyak dana, karyawan menyelenggarakan satu Charity Bazaar di gedung kantor dimana 15% hasilnya telah diberikan untuk usaha pemulihan.
Karyawan SCB dan anggota MANCO mengadakan usaha pengumpulan dana hingga sekitar IDR 77 juta (sekitar US$ 8,500 hingga minggu ke-2 Jan 2005). Rekening telah ditutup pada akhir bulan Januari 2005. Dana yang terkumpul akan disalurkan melalui Palang Merah Indonesia.
Apakah yang Standard Chartered seluruh dunia lakukan?
Amerika
Staf Amerika di tujuh negara secara pribadi menyumbang dana sebesar US$17,000 untuk upaya pemulihan bencana tsunami di Asia Selatan. Dengan keberhasilan pengumpulan dana sebesar US$17,000, dana total menjadi US$34,000 telah disumbangkan melalui Christian Children Fund, suatu organisasi bantuan internasional yang benar-benar aktif memberikan bantuan di negara-negara yang terkena bencana tsunami paling besar, yakni Indonesia, Sri Lanka dan India. Mereka bekerja siang malam 24 jam menyediakan bantuan pemulihan bencana dan layanan keadaan darurat, serta berkomitmen menyediakan bantuan kemanusiaan jangka panjang.
Atas nama staf Amerika, CEO Jim McCabe menyerahkan sumbangan kepada William Hopkins, Pejabat keuangan Christian Children Fund, pada acara makan malam dengan nasabah pada tanggal 10 Februari 2005 di Washington DC. Hopkins pada gilirannya menganugerahkan McCabe dengan satu plakat yang dipersembahkan untuk Standard Chartered Bank dan para staffnya yang dermawan.
Singapore
Staf di Singapura menyumbang lebih dari SG$240,000 kepada Dana Bantuan Tsunami untuk membantu para korban bencana tsunami dan gempa yang masih hidup. Dengan tambahan sumbangan dari Bank sebesar SG$10.000, total dana yang terkumpul menjadi lebih dari SG$340,000.
China
Staf di Cina telah mengumpulkan RMB 57,441 (US$6,940) yang telah didonasikan kepada Palang Merah Cina (Shanghai). Kami telah dianugerahkan sebuah sertifikat sebagai bukti kontribusi kemanusiaan kami.
Malaysia
Standard Chartered Bank Malaysia juga telah memberikan kontribusi sebesar RM2 juta kepada National Disaster Relief Fund. CEO Malaysia, Shayne Nelson mempresentasikan cheque sebesar RM2 juta kepada Perdana Menteri YAB Dato'
Seri Abdullah Ahmad Badawi di Putrajaya.
Shayne berkomentar, "Adalah penting untuk memastikan usaha pemulihan bencana tetap terus berlangsung". Proses ke arah membangun kembali kehidupan dan pemulihan akan membutuhkan waktu yang lama.
"Standard Chartered Bank bermaksud membuat perbedaan dengan menjadi bagian dari usaha menyeluruh serta progresif dari National Disaster Relief Fund dalam memberikan bantuan yang mendesak maupun upaya pemulihan jangka panjang".
Srilanka
Di Sri Lanka, sumbangan dari staf telah digunakan untuk pembelian barang-barang yang dibutuhkan untuk Bazar Sosial atau LSM. Sebagai contoh dana tersebut digunakan untuk membeli buku, bahan menggambar dan mainan untuk 50 anak-anak di suatu desa, kasur, perkakas dapur, pakaian dan makanan siap makan juga diberikan kepada mereka yang baru saja kembali ke rumah mereka.
Semua bantuan dana harus disetujui oleh Komite Pemulihan, dan diawasi oleh Head of Finance dan Head of Consumer Banking sebagai wakil dari anggota Management Committee yang menandatangani rekening bantuan tersebut.
Thailand
Staf kami bertemu dengan Mayor dari Phang-Na di lokasi konstruksi sekolah Rajaprajanugroh dimana kita akan menyediakan sebagian besar pembiayaan untuk membangun kembali sekolah tersebut yang akan digunakan untuk 1,000 siswanya.
Staf di Thailand telah menyumbang lebih dari US$10.000, yang telah dikumpulkan dan diberikan kepada pemerintah untuk mendukung usaha pemulihan bencana. Staf juga telah bekerjasama dengan Club Inggris untuk mendonasikan barang-barang bantuan seperti pakaian, perlengkapan mandi, selimut, makanan dan obat-obatan.
Sebanyak THB1 juta (US$25,600) juga telah didonasikan untuk membantu korban melalui Thai Bankers Association. Enampuluh sembilan staf juga telah secara sukarela bekerja bersama kedutaan Inggris untuk membantu mengkoordinir upaya bantuan mereka, khususnya menjadi penerima panggilan pengaduan dan menyediakan layanan translasi.
Hongkong
Staf di Hong Kong telah mengumpulkan lebih dari HK$812,643. Donasi ini telah di tambahkan oleh Bank sehingga jumlahnya meningkat menjadi sebesar HK$1,6 juta yang ditujukan untuk membantu korban tsunami. Donasi dari staf masih terus berlangsung sehingga jumlahnya dapat dipastikan akan terus meningkat.
UAE
Di UAE, staf mengumpulkan mainan untuk dikirim ke pusat rehabilitasi anak-anak yang didirikan di Sri Lanka untuk anak-anak yang menjadi yatim piatu akibat bencana tsunami.
Di Sri Lanka, staf telah mendonasikan satu hari gaji dan telah menyerah makan siang tradisional akhir tahun mereka untuk disumbangkan ke dana bantuan Bank.
Staff di Indonesia, Sri Lanka dan Thailand dan negara-negara lainnya mengumpulkan barang-barang, air, selimut, obat-obatan dan keperluan lainnya serta bekerja dengan kedutaan serta agensi bantuan untuk memastikan semua bantuan tersebut terkirim ke daerah bencana.
Standard Chartered telah menyumbangkan dana sebesar US$5 juta kepada dana bantuan lokal.
Sebuah team yang terdiri dari para CEO dari negara-negara yang terkena dampak bencana telah dibentuk. Team tersebut juga akan memonitor proyek dan upaya jangka panjang yang memungkinkan komunitas tersebut untuk membangun kembali kehidupan mereka.
Kami telah menyumbangkan dana sebesar US$5 juta untuk pemulihan bencana dan rekonstruksi melalui dana lokal di India, Indonesia, Sri Lanka dan Thailand. Fokus dari bantuan ini adalah pada inisiatif berkesinambungan untuk membantu komunitas dalam upaya pemulihan yang mendesak serta membangun kembali kehidupan mereka selanjutnya.
Selanjutnya: Perbaikan & Program Beasiswa untuk Sekolah di Jogya
Get eStatements