Mengendalikan arus kas

Perkiraan Arus Kas Anda mungkin merupakan perkiraan paling penting yang pernah Anda lakukan dalam bisnis Anda. Ini merupakan perkiraan kas yang diterima dan dikeluarkan setiap bulannya.

Uang tunai yang diterima dapat berasal dari sumber-sumber berikut: Penjualan Tunai, Pembayaran Piutang, Pemotongan Pajak, Penjualan Aset Modal, Investasi tunai untuk bisnis, Penerimaan dari Pinjaman Bank (baik pinjaman berjangka maupun fasilitas kredit lainnya).

Uang tunai dapat dikeluarkan bisnis dengan cara-cara berikut: Pengeluaran dan pembelian tunai, Pembayaran hutang atau tagihan pengeluaran, Cicilan Pajak, Pembelian tunai (atau uang muka) dari aset modal, Dividen, dan Pengembalian Pinjaman.

Ketika bisnis sedang tumbuh, arus kas merupakan salah satu bidang keuangan paling penting untuk direncanakan dan dikelola. Ada empat alasan utama atas masalah arus kas pada perusahaan yang sedang tumbuh:

  • Pertumbuhan penjualan tidak cukup cepat untuk mengimbangi peningkatan pada biaya umum (overhead).
  • Piutang menyerap terlalu banyak uang tunai.
  • Tingkat inventaris meningkat dan menyerap uang tunai dalam jumlah besar.
  • Terlalu banyak modal usaha (tunai) yang digunakan untuk membiayai aset tetap.
Ramp up diagram

 

 

Penanjakan

Ini konsep penting baik ketika memulai bisnis maupun ketika bisnis sedang tumbuh dan mengalami peningkatan dalam biaya umum (overhead) untuk bisnis, contohnya penambahan staf, penyewaan perlengkapan, iklan atau biaya tetap lainnya. Ini merupakan jumlah pokok yang diperlukan untuk menjalankan bisnis setiap bulannya. Uang tunai ini akan dikeluarkan terlepas dari berapapun tingkat penjualan. Kita dapat melihat hal ini secara grafik pada diagram di bawah ini.

 

Halaman 1 | 2