Memengaruhi dan Bernegosiasi

Beroperasi dengan gaya yang nyaman menurut Anda merupakan hal yang penting, tetapi memerhatikan beberapa tips berikut ini juga akan membantu memastikan bahwa Anda dapat memengaruhi dan bernegosiasi seefektif mungkin.

Pengaruh

Pahami kemampuan mempengaruhi sebagai bagian penting dalam pekerjaan Anda. Hindari kecenderungan untuk terlalu berfokus pada pekerjaan rutin harian sehingga Anda gagal memberi perhatian yang cukup terhadap pentingnya membangun hubungan, mendapatkan visibilitas dan mempengaruhi para pengambil keputusan.

Bahkan jika bisnis Anda relatif kecil, pemahaman yang baik mengenai bagaimana bisnis yang lebih besar atau departemen resmi lainnya beroperasi akan sangat bermanfaat. Mengetahui peraturan tertulis dan yang tak tertulis, dimana kekuatan pengaruh dan pengambilan keputusan sebenarnya terletak pada sebuah organisasi, memungkinkan Anda untuk mengarahkan upaya Anda dan menjadi lebih efektif.

Adalah penting untuk menyadari apa hasil yang Anda inginkan dari setiap interaksi bisnis. Hanya dengan cara itu, Anda mengetahui siapa dan apa yang harus dipengaruhi. Meluangkan waktu untuk merencanakan dan memikirkan tentang pendekatan terbaik akan selalu menguntungkan.

Mengetahui bagaimana cara bersikap tegas

Bersikap tegas merupakan keterampilan yang sangat penting. Agar sukses, Anda harus dapat mengutarakan apa yang Anda perlukan atau inginkan dan dapat berkata “tidak”. Keinginan untuk mencapai hasil yang sama-sama menguntungkan (win/win outcome) di mana kedua belah pihak merasa dihormati dan dipahami merupakan suatu tantangan bagi wanita yang telah diajarkan semasa kecil tentang perlunya bersikap "manis" dan mempertimbangkan perasaan orang lain.

Sosialisasi tradisional ini juga berarti bahwa apa yang dianggap sebagai ketegasan sikap di mata seorang pria dan di mata seorang wanita dapat dipandang secara sangat berbeda. Sebagai akibatnya, ada “rentang” yang sempit mengenai sikap tegas yang dapat diterima bagi kaum wanita.

Bernegosiasi dengan percaya diri

Para wanita dalam berbisnis perlu menjadi negosiator yang cakap, dan kerangka kerja berikut merupakan metode yang berguna untuk membantu meningkatkan keberhasilan Anda dalam bidang ini:

  • Lakukan persiapan – Terlepas dari seberapa hebatnya keahlian Anda, persiapan menyeluruh merupakan hal yang sangat penting. Dapatkan informasi dan pastikan Anda memiliki informasi terbaru. Ketahuilah tujuan Anda dengan jelas, baik secara strategis maupun taktis. Analisa kekuatan dan kelemahan posisi Anda dan yang di pihak lain. Carilah hal-hal yang dapat digunakan sebagai landasan bersama (common ground) dan kemungkinan untuk berkompromi. Putuskan pada posisi mana Anda bersedia berkompromi dan juga apa yang “harus didapatkan” dari kompromi tersebut.
  • Berdiskusi –Bagian pertama dari diskusi harus dapat menciptakan suasana untuk bekerja sama. Memulai dengan cara yang tepat merupakan hal yang penting. Dengarkan dengan cermat posisi pihak lain dan tunjukkan rasa hormat. Pihak lain perlu merasa bahwa sudut pandang dan posisinya dihargai dan menunjukkan rasa hormat akan membangun kepercayaan.
  • Menawar – Bersiaplah untuk membuat tawaran-tawaran guna membantu melancarkan negosiasi. Bersikaplah fleksibel dan bersedia meninjau ulang posisi Anda saat menerima informasi baru. Ingatlah untuk mengikuti proses "Jika Anda.... maka saya akan...." untuk memastikan bahwa sikap fleksibilitas itu bersifat timbal-balik. Pastikan bahwa kelonggaran yang Anda berikan sudah tepat biaya atau mudah bagi Anda, tetapi bernilai bagi pihak lain. Tetapkan untuk tidak pernah memberikan sesuatu tanpa hasil.
  • Capailah persetujuan yang jelas - Bersikap realistis dan mencoba mencapai situasi yang sama-sama menguntungkan (win/win). Bahkan jika Anda mencapai hasil yang maksimum dari negosiasi tersebut, pastikan bahwa Anda melakukannya dengan cara yang dapat tetap mempertahankan hubungan baik. Pastikan bahwa persetujuan apapun yang dicapai adalah jelas dan transparan tanpa ada ruang untuk perbedaan penafsiaran atau kesalahpahaman sesudahnya. Rangkumlah persetujuan tersebut secara lisan dan tindak lanjuti interaksi apapun dengan konfirmasi tertulis.