Memimpin orang lain

Sebagai permulaan, mengenali perbedaan antara seorang manajer dan seorang pemimpin merupakan hal yang penting:

  • Manajer mencapai hasil dengan mengarahkan kegiatan orang lain. Mereka merencanakan kegiatan, mengatur struktur dan mengendalikan sumber daya.
  • Pemimpin mencapai hasil dengan menciptakan tujuan bersama dan mengilhami orang lain agar mereka ingin mencapainya.

Para pemilik bisnis perlu menanamkan keterampilan kepemimpinan jika mereka ingin memainkan peran manajerial formalnya secara efektif. Berikut adalah beberapa cara utama untuk memimpin melalui orang lain:

Ciptakan suatu budaya – Seiring perjalanan waktu, perusahaan Anda akan mengembangkan sebuah identitas uniknya sendiri, yang dikomunikasikan dalam sikap, kepercayaan dan perilaku khas orang-orang yang bekerja di sana. Jika dibiarkan, budaya ini akan berkembang seperti rumput liar, di manapun ia mendapatkan makanan. Hasilnya mungkin bertentangan dengan citra yang ingin Anda sampaikan kepada pelanggan dan mungkin akan merusak keuntungan kompetitif Anda. Untuk itu, Anda harus menciptakan budaya yang Anda inginkan.

Sebagai seorang pemimpin, Anda memainkan peran utama dalam memberikan contoh yang dapat diikuti orang lain. Jika Anda ingin orang menyediakan layanan berkualitas tinggi bagi para pelanggan, maka Anda harus menjadi contoh untuk perilaku tersebut. Hal yang sama juga berlaku untuk perlakuan Anda terhadap karyawan - jika Anda terlihat menghargai kesetiaan dan kejujuran, maka para karyawan Anda pun akan menghargainya. Jangan meminta karyawan Anda melakukan sesuatu yang Anda sendiri tidak siap untuk melakukannya.

Berhubungan dengan motivasi – Pemilik biasanya mengeluhkan tentang kurangnya motivasi pada para karyawannya atau mereka sepertinya tidak termotivasi untuk sukses. Hal ini merupakan sudut pandang yang salah. Setiap karyawan termotivasi untuk berperilaku sebagaimana mereka berperilaku sekarang. Jika mereka tampak malas, alasannya mungkin terletak pada bagaimana mereka memandang perlakuan terhadap upaya mereka. Jika mereka tampak bosan, alasannya mungkin terletak pada tidak cukup bervariasinya pekerjaan mereka. Jika mereka memperlakukan pelanggan dengan buruk, alasannya mungkin terletak pada ketiadaan komitmen pada diri mereka untuk kepuasan pelanggan. Analisa apa sistem penghargaan yang sebenarnya tengah diterapkan dan ubahlah sistem tersebut agar dapat memberikan penghargaan lebih ke arah perilaku yang Anda inginkan.

Berdayakan para karyawan Anda dengan memberi mereka lebih banyak wewenang untuk menyelesaikan pekerjaan dengan cara mereka sendiri, serta tanggung-jawab yang lebih besar untuk turut memberikan masukan akan pekerjaan apa yang harus diselesaikan dan bagaimana peningkatan harus dilakukan. Semakin besar rasa kepemilikan yang dapat Anda tanamkan pada para karyawan Anda untuk pekerjaan yang mereka lakukan sendiri, maka semakin tinggi kualitas hasilnya. Setiap karyawan pastinya lebih memilih untuk merasa bersemangat daripada merasa bosan – kuncinya adalah bagaimana menemukan cara agar motivasi setiap karyawan dapat diselaraskan dengan keberhasilan perusahaan. Tentukan apa bidang yang paling dikuasai oleh anggota tim Anda dan beri mereka kebebasan dan sumber daya untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut tanpa bantuan Anda.

Halaman 1 | 2