Mengambil keuntungan dari teknologi

Berinvestasi pada teknologi baru saja belumlah cukup untuk mencapai keuntungan kompetitif yang diinginkan, kecuali jika teknologi tersebut dapat dimodifikasi untuk mencapai sasaran pertumbuhan Anda. Daripada membeli peralatan hanya karena itu peralatan baru, atau memperkenalkan aplikasi teknologi hanya karena sekarang sudah memungkinkan, pertimbangkanlah seberapa cocok teknologi baru tersebut dengan tujuan-tujuan bisnis Anda:

Apakah nilai tambahnya? – Memperkenalkan teknologi baru seharusnya meningkatkan nilai produk akhir untuk pelanggan atau klien Anda. Apakah mereka menghargai pesanan yang dikirimkan dengan lebih cepat atau tanpa harus melakukan perjalanan? Dapatkah teknologi membuat produk menjadi lebih cepat, lebih murah, lebih kuat atau lebih tahan lama?

Apakah manfaatnya relevan? – Tinjau ulang penelitian pasar mengenai produk dan layanan Anda. Apakah fitur-fitur yang ditawarkan teknologi sebenarnya peningkatan yang diinginkan pelanggan Anda? Apa bukti yang Anda miliki bahwa nilai tambah tersebut relevan dengan sasaran pasar Anda? Pastikan untuk menyurvei pasar Anda sebelum mengeluarkan dana untuk otomatisasi.

Apakah rasio manfaat-biaya itu? – Investasi pada teknologi baru tidaklah bijaksana jika manfaat yang ditawarkan kecil jika dibandingkan dengan biaya untuk memperbarui proses yang ada saat ini, biaya memasang peralatan baru, melatih setiap orang bagaimana menggunakannya dan membayar kontrak layanan agar peralatan tersebut tetap beroperasi. Pastikan untuk mengikutsertakan semua biaya tersembunyi ini ketika mempertimbangkan untuk beralih ke sistem baru. Dan hitunglah masa pakai peralatan baru tersebut, karena mungkin diperlukan penggantian dalam empat sampai lima tahun mendatang.

Dalam kebanyakan kasus, penawaran teknologi baru paling sering terjadi jika teknologi tersebut meningkatkan kemampuan pengusaha kecil untuk memperoleh penjualan baru, bukan hanya memotong biaya.

Mencari kesempatan E-commerce (perdagangan lewat internet)

Seiring dengan kemajuan inovasi teknologi, kemungkinan bagi para pengusaha kecil yang berupaya mendapatkan manfaatnya semakin besar. Tetapi biaya modal sangat besar terkait dengan otomatisasi dan keahlian teknis terkini yang diperlukan untuk tetap sejalan dengan perkembangan baru dapat mengundang sakit kepala. Tidak mengherankan banyak pemilik yang merasa tidak aman untuk berinvestasi pada solusi teknis yang mahal – tetapi khawatir mereka akan tertinggal jika tidak melakukannya. Jadi, berkonsentrasilah untuk maju ke depan tetapi jangan terlalu jauh melampaui zona nyaman Anda. Ingatlah: teknologi hanyalah sebuah alat.

Jika Anda siap untuk berpetualang ke Jalan Raya Informasi, perbesar kesempatan Anda untuk bertahan saat Anda berpindah ke sistim digital dengan belajar dari konsultan-konsultan IBM. Berikut adalah pengetahuan yang mereka peroleh dari pengalaman menciptakan lebih dari 18.000 operasi E-commerce dalam beberapa tahun terakhir.

Carilah bantuan para ahli – Perdagangan via internet atau E-commerce adalah sesuatu yang menyangkut visi bisnis serta teknologi. Bisnis lewat internet (E-business) yang paling sukses merupakan kemitraan antara pemilik bisnis dan para ahli teknologi informasi. Perusahaan-perusahaan yang menjadikan e-bisnis sebagai fokus dari usaha mereka, akan memiliki kinerja yang lebih baik dalam jangka panjangnya, dibandingkan perusahaan yang hanya menjadikan e-bisnis sekedar tambahan atau pelengkap.

Hubungkan dengan rencana strategis Anda – Bagi kebanyakan organisasi, kunci kesuksesan transisi e-bisnis adalah membuat prioritas e-bisnis mereka sama dengan prioritas bisnis lainnya. Hal ini menjadikan e-bisnis sebagai suatu investasi ketimbang sebuah taruhan.

Halaman 1 | 2