Meninjau ulang laporan keuangan

Perusahaan yang sedang tumbuh lebih bersifat “berfokus ke pasar”. Penjualan dari bisnisnya meningkat dengan sangat cepat. Pertumbuhan pendapatan yang cepat ini memicu perubahan dalam unsur-unsur operasional, finansial, dan sumber daya manusianya.

Keuangan dipengaruhi dalam dua cara, dari sudut pandang laporan pendapatan (pendapatan, pengeluaran dan laba) serta dari sudut pandang neraca (aset, hutang dan ekuituas). Peninjauan ulang terhadap laporan-laporan ini akan sangat membantu.

Laporan Pendapatan

Laporan ini melacak pendapatan dan pengeluaran selama periode waktu tertentu. Kita dapat menghitung laporan untuk satu bulan, caturwulan atau satu tahun. Ketika melakukan perencanaan, kita memperkirakan berapa jumlah pendapatan dan pengeluaran pada waktu yang akan datang. Hal ini dinamakan laporan pendapatan pro forma yang menunjukkan:

Pendapatan: Penjualan dan pendapatan lainnya yang dihasilkan dari bisnis
Pengeluaran: Pengeluaran yang dikeluarkan untuk menghasilkan pendapatan
Laba bersih: Pendapatan dikurangi pengeluaran

Neraca

Neraca seperti foto dari bisnis Anda yang diabadikan dalam waktu. Neraca menelusuri tiga hal:

Aset: Barang-barang yang dimiliki sebuah bisnis
Utang: Utang dalam sebuah bisnis, baik kepada bank maupun pemasok
Ekuitas: Investasi di bisnis tersebut oleh (para) pemilik

The Balance Sheet Equation

Coba memikirkannya dengan cara yang berbeda, neraca menunjukkan apa-apa yang dimiliki dalam sebuah bisnis (aset) dan bagaimana bisnis tersebut membayarnya (utang dan ekuitas). Neraca awal menyatakan apa aset yang Anda perlukan untuk memulai bisnis, dan bagaimana rencana Anda membayar aset tersebut. Anda dapat meminjam uang (utang) ataupun menanamkan uang Anda sendiri (ekuitas).

Ketika bisnis Anda terus tumbuh, Anda akan memerlukan lebih banyak aset. Contohnya, Anda mungkin perlu memiliki lebih banyak barang inventaris untuk memuaskan pelanggan Anda. Atau Anda mungkin perlu membeli lebih banyak peralatan untuk menghasilkan produk Anda dalam jumlah yang lebih besar. Aset-aset tersebut harus dibiayai. Kadang-kadang, Anda dapat membiayai aset-aset Anda dengan menggunakan laba Anda. Tapi sering kali Anda harus meminjam uang untuk membiayai aset-aset tersebut.