Melindungi lingkungan

Studi kasus

Kawasan Bisnis Changi Singapura

Built to high environmental standards

Kantor pusat baru kita yang tengah dibangun di Kawasan Bisnis Changi, Singapura, telah direkomendasikan untuk meraih penghargaan ‘Greenmark Platinum’ oleh Otoritas Konstruksi Bangunan Singapura - penghargaan lingkungan tertinggi yang diberikan di negara tersebut.

Kita telah menetapkan bahwa bangunan ini harus fokus pada konservasi energi dan diharapkan penggunaan energi menurun sebesar 35 persen dibandingkan kantor-kantor standar yang ada di Singapura. Panel surya akan memenuhi kebutuhan listrik saat gedung berada dalam kondisi ‘dorman’. Panel surya tersebut juga akan menggerakkan suatu sistem irigasi tetes otomatis yang ultraefisien. Serangkaian prakarsa penghematan air, termasuk daur ulang air limbah dan penampungan air hujan, akan menghasilkan penghematan air yang signifikan. Suatu parasut limbah yang terpasang pada gedung akan mendorong pendaurulangan beragam jenis sampah, sementara lahan hijau dan taman yang luas akan dihuni oleh sejumlah spesies asli yang terancam punah melalui kemitraan dengan Botanic Gardens Conservation International (BGCI).

India Environment Committee

Celebrates World Environment Day

Tindakan lingkungan di India berkisar mulai dari aktivitas berprofil tinggi pada Hari Lingkungan Hidup Sedunia hingga partisipasi dalam rapat ‘Break the Climate Deadlock’ yang dipimpin oleh mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair. Neeraj Swaroop, CEO India, berbicara pada saat peluncuran laporan India Carbon Disclosure Project pada bulan Desember 2008, yang menguraikan bagaimana lembaga keuangan dapat membantu mendukung pergeseran menuju suatu perekonomian rendah karbon.

Karyawan dari kantor dan cabang di penjuru negara tersebut terlibat dalam kegiatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Kegiatan ini meliputi hari ‘jalan kaki ke kantor’, karyawan menjadi sukarelawan bagi kebersihan pantai, hari ‘tanpa sampah’, kampanye ‘mematikan lampu’ dan kampanye ‘tinggalkan mobil di rumah’ serta suatu kompetisi menggambar bertema lingkungan hidup bagi putra-putri para karyawan. Taraf komitmen kita terhadap lingkungan hidup diakui oleh Dr R K Pachauri, ketua Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC).

Komite Lingkungan Hidup India dipimpin oleh Hemant Mishr, kepala penjualan, Asia Tenggara, Pasar Finansial, dan didukung oleh anggota staf pada seluruh fungsi bisnis. Komite tersebut mengikuti suatu rencana komprehensif untuk mengatasi dampak operasi kita, keterlibatan dan peluang pembiayaan lingkungan yang inovatif. Misalnya, pembayaran gaji telah dialihkan ke suatu sistem online yang menyeluruh, sehingga menghemat lebih dari 330.000 lembar kertas per tahun. Demikian pula halnya dengan tunjangan pensiun yang telah dialihkan pada sistem email yang aman.

Tim TI di India telah berhasil menekan penggunaan energi secara signifikan melalui optimalisasi pusat dan serta penggunaan perangkat yang lebih efisien. Virtualisasi server diharapkan dapat menurunkan kebutuhan energi hingga 80 persen serta menghindari kebutuhan 77 server tambahan.

Greatest Race on Earth

3.5m environmental pledges for the Race for a Living Planet

Lebih dari 15.000 karyawan dan 500.000 masyarakat ambil bagian dalam Greatest Race on Earth: Tantangan lingkungan berupa Balapan bagi Planet Kehidupan (Race for a Living Planet). Tiga setengah juta ikrar berhasil diwujudkan dan Standard Chartered menyumbang 1 juta dolar bagi berbagai proyek lingkungan di tiga negara pemenang.

Ajang ini dipadukan dengan balap maraton tahunan yang diselenggarakan oleh Standard Chartered dan diatur bersama-sama dengan WWF, organisasi lingkungan independen. Para staf, nasabah, klien Standard Chartered dan masih banyak lagi saling berikrar untuk menciptakan perubahan dalam hidup mereka yang dapat membantu melindungi lingkungan hidup. Kompetisi tersebut berhasil meningkatkan kesadaran akan masalah lingkungan global, dan betapa perubahan kecil dalam kebiasaan sehari-hari bisa menciptakan suatu perbedaan.

Hadiah berupa uang tunai bagi proyek lingkungan WWF di tiga pasar yang paling banyak menghasilkan ikrar per kapita diraih oleh: Brunei, Taiwan dan Hong Kong.

Brunei menyumbangkan uang tersebut pada proyek Heart of Borneo, yang bertujuan untuk merehabilitasi hutan lahan gambut serta penyelenggaraan survei keragaman hayati di zona-zona utama untuk membantu melestarikan berbagai spesies.

Taiwan menyumbangkan uang tersebut bagi Proyek Coral Triangle WWF, yang bertujuan untuk melindungi suatu area dengan keragaman bahari yang berlimpah yang memuat lebih dari sepertiga terumbu karang dunia. Keterlibatan Taiwan dalam Coral Triangle mendorong Bank dan WWF untuk membuat suatu presentasi mengenai manfaat kemitraan publik/swasta pada Konferensi Konservasi Bahari oleh APEC.

Donasi yang dilakukan oleh Hong Kong juga ditujukan pada proyek konservasi bahari, termasuk pendanaan bagi seri dokumenter bagi televisi China serta peluncuran suatu situs jaringan dan modul pembelajaran online.