Kisah kami

Melindungi lingkungan

Kawasan Bisnis Changi Singapura

Membangun dengan standar-standar lingkungan hidup yang tinggi

Kantor pusat baru kita yang tengah dibangun di Kawasan Bisnis Changi, Singapura, telah direkomendasikan untuk meraih penghargaan 'Greenmark Platinum' oleh Otoritas Konstruksi Bangunan Singapura - penghargaan lingkungan tertinggi yang diberikan di negara tersebut.

Kita telah menetapkan bahwa bangunan ini harus fokus pada konservasi energi dan diharapkan penggunaan energi menurun sebesar 35 persen dibandingkan kantor-kantor standar yang ada di Singapura. Panel surya akan memenuhi kebutuhan listrik saat gedung berada dalam kondisi 'dorman'. Panel surya tersebut juga akan menggerakkan suatu sistem irigasi tetes otomatis yang ultraefisien. Serangkaian prakarsa penghematan air, termasuk daur ulang air limbah dan penampungan air hujan, akan menghasilkan penghematan air yang signifikan. Suatu parasut limbah yang terpasang pada gedung akan mendorong pendaurulangan beragam jenis sampah, sementara lahan hijau dan taman yang luas akan dihuni oleh sejumlah spesies asli yang terancam punah melalui kemitraan dengan Botanic Gardens Conservation International (BGCI).

Atas

Komite Lingkungan Hidup India

Perayaan Hari Lingkungan Hidup Sedunia

Tindakan lingkungan di India berkisar mulai dari aktivitas berprofil tinggi pada Hari Lingkungan Hidup Sedunia hingga partisipasi dalam rapat 'Break the Climate Deadlock' yang dipimpin oleh mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair. Neeraj Swaroop, CEO India, berbicara pada saat peluncuran laporan India Carbon Disclosure Project pada bulan Desember 2008, yang menguraikan bagaimana lembaga keuangan dapat membantu mendukung pergeseran menuju suatu perekonomian rendah karbon.

Karyawan dari kantor dan cabang di penjuru negara tersebut terlibat dalam kegiatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Kegiatan ini meliputi hari 'jalan kaki ke kantor', karyawan menjadi sukarelawan bagi kebersihan pantai, hari 'tanpa sampah', kampanye 'mematikan lampu' dan kampanye 'tinggalkan mobil di rumah' serta suatu kompetisi menggambar bertema lingkungan hidup bagi putra-putri para karyawan. Taraf komitmen kita terhadap lingkungan hidup diakui oleh Dr R K Pachauri, ketua Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC).

Komite Lingkungan Hidup India dipimpin oleh Hemant Mishr, kepala penjualan, Asia Tenggara, Pasar Finansial, dan didukung oleh anggota staf pada seluruh fungsi bisnis. Komite tersebut mengikuti suatu rencana komprehensif untuk mengatasi dampak operasi kita, keterlibatan dan peluang pembiayaan lingkungan yang inovatif. Misalnya, pembayaran gaji telah dialihkan ke suatu sistem online yang menyeluruh, sehingga menghemat lebih dari 330.000 lembar kertas per tahun. Demikian pula halnya dengan tunjangan pensiun yang telah dialihkan pada sistem email yang aman.

Tim TI di India telah berhasil menekan penggunaan energi secara signifikan melalui optimalisasi pusat dan serta penggunaan perangkat yang lebih efisien. Virtualisasi server diharapkan dapat menurunkan kebutuhan energi hingga 80 persen serta menghindari kebutuhan 77 server tambahan.

Atas

Race for a Living Planet

3,5 juta ikrar lingkungan hidup untuk Race for a Living Planet a Living Planet

Lebih dari 15.000 karyawan dan 500.000 masyarakat ambil bagian dalam Greatest Race on Earth: Tantangan lingkungan berupa Balapan bagi Planet Kehidupan (Race for a Living Planet). Tiga setengah juta ikrar berhasil diwujudkan dan Standard Chartered menyumbang 1 juta dolar bagi berbagai proyek lingkungan di tiga negara pemenang.

Ajang ini dipadukan dengan balap maraton tahunan yang diselenggarakan oleh Standard Chartered dan diatur bersama-sama dengan WWF, organisasi lingkungan independen. Para staf, nasabah, klien Standard Chartered dan masih banyak lagi saling berikrar untuk menciptakan perubahan dalam hidup mereka yang dapat membantu melindungi lingkungan hidup. Kompetisi tersebut berhasil meningkatkan kesadaran akan masalah lingkungan global, dan betapa perubahan kecil dalam kebiasaan sehari-hari bisa menciptakan suatu perbedaan.

Hadiah berupa uang tunai bagi proyek lingkungan WWF di tiga pasar yang paling banyak menghasilkan ikrar per kapita diraih oleh: Brunei, Taiwan dan Hong Kong.

Brunei menyumbangkan uang tersebut pada proyek Heart of Borneo, yang bertujuan untuk merehabilitasi hutan lahan gambut serta penyelenggaraan survei keragaman hayati di zona-zona utama untuk membantu melestarikan berbagai spesies.

Taiwan menyumbangkan uang tersebut bagi Proyek Coral Triangle WWF, yang bertujuan untuk melindungi suatu area dengan keragaman bahari yang berlimpah yang memuat lebih dari sepertiga terumbu karang dunia. Keterlibatan Taiwan dalam Coral Triangle mendorong Bank dan WWF untuk membuat suatu presentasi mengenai manfaat kemitraan publik/swasta pada Konferensi Konservasi Bahari oleh APEC.

Donasi yang dilakukan oleh Hong Kong juga ditujukan pada proyek konservasi bahari, termasuk pendanaan bagi seri dokumenter bagi televisi China serta peluncuran suatu situs jaringan dan modul pembelajaran online.

Atas

Pembiayaan berkesinambungan

Asian Development Bank

Investasi hemat energi

Pada tahun 2008, kita bermitra dengan Asian Development Bank dalam program jaminan kredit untuk mendukung proyek hemat energi sektor swasta kecil dan menengah di China.

Program Pembiayaan Multiproyek Hemat Energi membantu para pengguna energi di China untuk mengakses pembiayaan demi meningkatkan efisiensi energi pada gedung-gedung baru dan yang sudah ada. Program ini membiayai penyempurnaan gedung-gedung yang sudah ada, umumnya menghasilkan penghematan energi sebesar 20 - 40 persen. Mengingat urbanisasi berlangsung pesat di China, efisiensi energi yang lebih baik pada gedung-gedung akan menghasilkan penurunan substansial yang tahan lama dalam penggunaan energi dan emisi gas rumah kaca.

Atas

Pembangkit listrik tenaga surya Sinan, Korea Selatan

Proyek surya fotovoltaik terbesar di Asia

Ini merupakan proyek surya terkemuka di Korea dan merupakan salah satu yang terbesar di dunia. Proyek ini mulai beroperasi dalam dua tahap selama tahun 2008, dengan kapasitas akhir yang mencapai 25MW. Pembangkit ini menghasilkan 33.000 MWh listrik setiap tahun - cukup untuk memasok 7.200 rumah dengan energi tanpa polusi dari tahun ke tahun. Proyek ini sendiri membantu Korea dalam menekan emisi karbon dioksida sebesar 24.000 ton per tahun - setara dengan menanam 168.000 pohon.

Atas

Bekerja sama dengan para nasabah di sektor minyak sawit untuk kinerja lingkungan dan sosial yang lebih baik

Minyak Kelapa Sawit yang Lestari

Sebagai anggota Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) / Kesepakatan Minyak Sawit yang Lestari, Bank mengharapkan keanggotaan RSPO saat mengevaluasi nasabah dalam sektor ini. Dalam hal salah satu nasabah perkebunan kelapa sawit di Indonesia, kita menjadikan keanggotaan RSPO sebagai suatu prasyarat untuk menyalurkan pinjaman dan hal ini disertakan sebagai suatu kesepakatan dalam perjanjian pinjaman kita. Nasabah lain telah diminta untuk menyelenggarakan suatu Penilaian Nilai Konservasi yang Tinggi sebelum memulai penanaman baru, bahkan sebelum hal ini dijadikan persyaratan oleh RSPO pada bulan November 2008.

Atas

Standard Chartered dan tambang Rapu Rapu

Pada tahun 2005, Standard Chartered mewarisi suatu partisipasi kecil dalam pembiayaan proyek melalui akuisisi kita terhadap Korea First Bank. Seperti halnya sejumlah lembaga non pemerintahan, kita memiliki sejumlah kepedulian yang sama, dengan pembiayaan sebagai bagian dari suatu grup beranggotakan lima bank, dari salah satu proyek: suatu proyek pertambangan di Filipina bagi Lafayette Mining Limited.

Selama penyelenggaraannya, tambang Rapu Rapu dipengaruhi oleh sejumlah peristiwa lingkungan dan iklim, di antaranya tiga peristiwa angin topan dan dua kecelakaan pembuangan limbah tidak beracun ke aliran air pada akhir 2005. Pihak pemberi pinjaman juga semakin menyadari kurangnya keterlibatan masyarakat dan mekanisme keluhan yang tersedia untuk menangani masalah mata pencarian. Yang menambah kepedulian kita, pada saat pembiayaan, adalah bahwa proyek tersebut tidak memenuhi persyaratan modal untuk penerapan Prinsip-prinsip Ekuator. Mengingat taraf kepentingannya, kita bertindak dengan segera untuk menerapkan Prinsip-prinsip tersebut sejak kita mulai terlibat.

Lafayette, dengan dukungan para pihak penyedia pembiayaan, menerapkan sejumlah perubahan, di antaranya konstruksi sistem pengelolaan air limbah dan saluran drainase yang lebih baik dan dengan meningkatkan ketinggian waduk tailing (tailing dam) agar lebih melindungi masyarakat sekitar. Di samping itu, sejumlah program tindakan masyarakat juga mulai dilaksanakan.

Pada akhirnya kepailitan perusahaan tersebut menandakan bahwa banyak dari tindakan yang telah direncanakan yang tidak tercapai. Pada bulan Maret 2008, para pihak pemberi pinjaman proyek (termasuk Standard Chartered) menjual risiko utang mereka kepada pemegang saham 26% Proyek saat itu.

Akhir keterlibatan kita menimbulkan suatu dilema yang dihadapi oleh begitu banyak Bank-Bank Ekuator - Apakah pihak pemberi pinjaman memanfaatkan nasabah melebihi risiko pinjaman?

Prinsip-prinsip Ekuator tersebut menggantikan kemampuan suatu bank untuk menyempurnakan hasil akhir proyek melalui jaminan perlindungan spesifik bila suatu proyek tidak memenuhi kesepakatan lingkungan dan sosial yang disyaratkan. Di luar lingkup pengaruh kita, Bank-bank Ekuator berupaya untuk menjadi pihak yang mengedepankan pembiayaan berwawasan lingkungan yang kuat dengan menjangkau bank-bank lain dalam mendorong penerapan Prinsip-prinsip tersebut.

Pada tahun 2009, kita akan bekerja sama dengan berbagai lembaga keuangan di pasar kita termasuk China untuk mendorong penerapan Prinsip-prinsip tersebut dan membantu membangun kapasitas mereka dalam mengelola risiko sosial dan lingkungan dalam penyaluran pinjaman.

 
Atas

Akses ke layanan keuangan

The Millennium Development Goals (MDGs)

Berkomitmen untuk memberikan kontribusi bagi Millennium Development Goal

Tujuan Pembangunan Milenium (MDG) adalah delapan sasaran yang memayungi yang bertujuan menanggapi tantangan pembangunan internasional yang paling mendesak di dunia pada tahun 2015. Pada tahun 2008, Perdana Menteri Inggris, Gordon Brown, mengundang para pemimpin dunia untuk menyatukan langkah pada MDG - Seruan pada Dunia Usaha untuk Bertindak. Tujuannya adalah untuk membuat perusahaan berkomitmen membantu percepatan kemajuan MDG dengan menyesuaikan bisnis inti mereka untuk membantu pencapaian tujuan.

Komitmen Standard Chartered, diumumkan oleh Chief Executive Peter Sands, akan menyediakan produk keuangan yang inovatif, pengembangan keterampilan, mentor bisnis dan riset untuk membantu Usaha Kecil dan Menengah (UKM) mencapai keseluruhan potensi pertumbuhannya.

Sektor UKM adalah mesin pertumbuhan ekonomi di seluruh dunia dan merupakan mayoritas bisnis. Akan tetapi, di banyak negara di dunia, UKM ini terlalu besar untuk dianggap sebagai perusahaan mikro atau untuk dukungan donor, dan terlalu kecil untuk menjadi target kebanyakan bank komersial. Hasilnya adalah mereka sangat kurang terlayani.

We believe that encouraging SMEs to thrive will create wealth, by employing more people and paying more taxes.

Atas

Finansial mikro dapat membuat perbedaan nyata

Pembiayaan mikro dapat memberikan suatu perbedaan nyata

Clara Ibezim dilahirkan dalam keadaan miskin. Ayahnya meninggal muda dan ibunya cacat. Kurangnya pendidikan yang baik dan tanpa keluarga atau saudara yang dapat menyokong hidupnya, Clara menikah di usia 16 tahun.

Clara dan keluarganya bertahan hidup dengan pendapatan suaminya yang jauh dari cukup. Pada saat Nigeria mengalami resesi ekonomi di akhir 1980, gajinya tidak cukup untuk membiayai pengeluaran keluarga. "Kami tak bisa lagi memberi mereka makan dengan baik dan anak-anak saya tidak mendapatkan perawatan dan perhatian yang semestinya", katanya. "Mereka bahkan dikeluarkan dari sekolah karena terlambat membayar uang sekolah".

Hidup Clara berubah tahun 2004, saat ia berkenalan dengan pegawai kredit dari MFI berbasis Nigeria dan mitra Standard Chartered, Lift Above Poverty Organisation (LAPO). Dengan pinjaman sebesar N10.000 ($85) dari LAPO, Clara mengubah bisnis dan hidupnya.

Pinjaman pertama Clara memungkinkannya mempunyai sedikit persediaan untuk bisnisnya. Cicilannya yang selalu tepat waktu membuatnya mendapat pinjaman berikutnya. Pelatihan manajemen bisnis awal dari LAPO telah mengajarkannya cara menggunakan pinjaman untuk keperluan bisnis, bukan kebutuhan pribadi, dan untuk menginvestasikan kembali keuntungan ke dalam bisnisnya. Ia sekarang menerima pinjaman kedelapan senilai N80.000 ($678). Secara total, Clara telah menerima N360.000 ($3.051) dari LAPO untuk mengembangkan bisnisnya.

"Sangat membesarkan hati untuk melihat bahwa bisnis kecil yang saya mulai dengan modal N10.000 ($85) telah tumbuh menjadi perusahaan bermodalkan N300.000 ($2.542) dalam waktu singkat", katanya. "LAPO telah memberi saya dukungan dan harapan baru untuk masa depan".

Atas

Memperluas kemitraan pembiayaan mikro ke Timur Tengah

Memperluas kemitraan pembiayaan mikro ke Timur Tengah

Pada akhir 2008, kita meluncurkan perjanjian pertama kita untuk mendanai proyek microfinance di Timur Tengah. Standard Chartered pertama-tama akan menyediakan fasilitas pinjaman sebesar JOD1,5 juta ($2 juta) kepada Tamweelcom, MFI Yordania, untuk mendukung wirausaha mikro dan bisnis kecil di seluruh kerajaan tersebut.

Yordania memiliki potensi yang sangat besar dalam industri microfinance. Strategi Nasional Microfinance pemerintah berkeinginan mengintegrasikan sektor ini dengan industri layanan keuangan utama.

Atas

Inauguration of the largest dealing room in Pakistan

Penerbitan obligasi Syariah pertama

Pada 2008, pemerintah Pakistan menerbitkan obligasi syariah terbesar - atau Sukuk - dirancang dan diatur oleh Standard Chartered. Transaksi ini memastikan Bank Syariah memiliki keamanan syariah untuk pertama kalinya di Pakistan. Hal ini menanggapi kebutuhan lembaga keuangan Syariah akan instrumen Syariah untuk memenuhi kebutuhan cadangan mereka.

Sukuk menggalang dana untuk pemerintah Pakistan dan menyediakan landasan yang dapat digunakan untuk memasuki pasar keuangan Syariah. Kita gembira dapat mendukung pemerintah dengan merancang program Sukuk. Transaksi ini memungkinkan pemerintah mengakses pasar lokal melalui lelang Bank Pemerintah Pakistan dan mengelola uang yang dipasok ke dalam sistem. Bank Syariah mendapatkan bagian yang signifikan dalam penerbitan ini. Pemerintah Pakistan sekarang dapat meminjam secara lokal dengan bunga yang lebih menarik, setelah sebelumnya tergantung pada modal luar negeri yang mahal.

Atas

Mengatasi kejahatan finansial

S.W.A.T.

Permainan SWAT mendidik nasabah untuk melindungi diri mereka sendiri dari kejahatan finansial

Kita meluncurkan game online dengan nama S.W.A.T untuk mengedukasi nasabah mengenai risiko kecurangan. Game ini menggambarkan risiko dan menantang pemain untuk meminimalkan kecurangan. Contohnya, mereka memisahkan beberapa email untuk mendeteksi yang curang dan membuat peringkat keamanan serangkaian kata sandi.

Game ini tersedia di halaman beranda situs web Standard Chartered dan telah digunakan oleh pemain dari seluruh dunia.

Selebihnya liihat di SWAT

 
Atas

Laporan Aktivitas Mencurigakan (Suspicious Activity Reports / SARS)

Pemantauan transaksi

Selama 2008, sebagai bagian dari pengawasan transaksi dan proses pelaporan aktivitas yang mencurigakan (SAR), kita mengujicobakan di New York suatu program untuk memerangi pornografi anak-anak.

Program ini menggunakan sistem Norkom untuk menyaring dan menyimpan data mengenai entitas yang dicurigai terkait dengan pornografi anak-anak atau penjualan manusia dan kita menyediakan pelatihan tingkat lanjut untuk penyelidik dalam mengembangkan kasus terkait kejahatan ini. Sejauh ini, program telah memberikan hasil dua laporan kepada pihak berwenang yang relevan.

Kita sekarang memperkenalkan program ke negara lain yang menggunakan sistem Norkom. Kita melatih 41 penyelidik lagi mencakup pasar non-AS dan akan bertambah lagi dari jumlah ini sepanjang tahun 2009.

 
Atas

Penjualan dan pemasaran yang bertanggung jawab

Edukasi dan melek finansial

Edukasi dan kesadaran finansial

Bisnis Consumer Banking di Singapura memasukkan program edukasi nasabah untuk meningkatkan kecerdasan finansial nasabah. Mereka mengadakan lima seminar investasi untuk nasabahnya di tahun 2008 dalam beragam topik investasi.

Atas

Nasabah yang Rentan

Membimbing nasabah yang rentan Bank membuat proses spesifik untuk memastikan bahwa prinsip Memperlakukan Nasabah dengan Adil sangat dipertimbangkan saat melakukan penjualan produk investasi kepada nasabah yang rentan. Bank mendefinisikan nasabah yang rentan adalah mereka yang tidak memiliki pengalaman investasi dan yang sudah lanjut usia atau mengenyam pendidikan formal yang terbatas. Penilaian yang tepat dilakukan untuk semua nasabah, dengan memperhitungkan pengalaman investasi, usia, selera risiko, risiko konsentrasi dan faktor relevan lainnya. Jika seorang nasabah rentan dianggap tidak cocok untuk produk tertentu, maka Bank akan menolak menawarkan produk dengan alasan apa pun. Apabila nasabah dianggap cocok, produk akan dijual dengan pengungkapan risiko yang jelas dan transparan, termasuk panduan bahwa investor harus siap menahan investasi selama termin, dan potensi risiko kerugian modal investasi dalam kondisi tertentu.

Atas

Grup Fokus ini bukan studi kasus

Sebagai bagian dari perkembangan terus menerus untuk memenuhi kebutuhan nasabah, Bank secara rutin melibatkan pihak luar untuk melakukan survei grup fokus nasabah sebelum meluncurkan produk baru sehingga dapat memahami dengan lebih baik kebutuhkan pasar yang menjadi target.

Atas

Komunikasi nasabah

Layanan Nasabah yang Lebih Baik

Di India dan Pakistan telah ada sejumlah pengalaman masalah dengan sistem pos setempat. Setelah menganalisis akar masalah, akhir 2008 didedikasikan untuk memperbarui perincian kontak dengan nasabah yang dikontak oleh Bank, untuk memastikan opsi komunikasi yang paling efisien dan nyaman dibuka untuk nasabah, sehingga dapat menyelesaikan kesulitan yang terkait dengan sistem pos setempat.

Selain itu, Consumer Banking memberi kemudahan kepada nasabah untuk memperbarui detil kontak melalui telepon, dan tidak mengharuskan instruksi tertulis. Hal ini juga mempercepat implementasi teknologi yang ramah nasabah seperti email dan pemberitahuan SMS untuk membanti nasabah mengelola transaksi dan rekeningnya.

Tempat bekerja yang hebat

Taman Penitipan Anak modern di Sri Lanka

Anak-anak terawat dengan baik sementara orang tua mereka bekerja

KidKare Centre kita yang unik di Kolombo, Sri Lanka, telah membantu karyawan menyeimbangkan komitmen pekerjaan dan keluarganya. Sentra ini menyediakan layanan penitipan anak dan aktivitas pendidikan sepanjang hari kerja untuk anak usia 6 bulan sampai 12 tahun.

Aktivitas mencakup seni dan kerajinan tangan, berkebun dan memasak. Sentra menawarkan sesi pekerjaan rumah dengan pengawasan untuk anak-anak yang lebih tua yang sudah bersekolah dan aktivitas tambahan yang berfokus pada pengembangan kemampuan bercakap-cakap dan sosial.

Sentra ini dikelola berkolaborasi dengan Seeker Research, organisasi riset pendidikan. Mereka menyediakan pelatihan staf secara rutin dan pengawasan untuk memastikan bahwa sentra terus menerus memberikan standar perawatan tertinggi.

Atas

Pertukaran talenta China India

Pertukaran Bakat China - India

Tahun 2008, kita meluncurkan program pertukaran talenta untuk mendorong hubungan kerja yang lebih kuat dan pemahaman budaya antara dua pasar yang penting secara strategis.

Program ini memberikan peluang yang menarik untuk karyawan yang terlibat untuk memajukan karier dan mengalami budaya baru. Untuk Grup, ini merupakan kesempatan untuk memfasilitasi berbagi gagasan praktik terbaik dan cara baru untuk bekerja di antara 2 pasar terpenting kita.

Sepuluh karyawan dari masing-masing negara berpartisipasi dalam pertukaran pertama, menghabiskan 3 bulan untuk mengerjakan proyek di negara tuan rumah. Pertukaran kedua saat ini sedang direncanakan.

Atas

Mengintegrasikan karyawan

Karyawan AEB disambut di Standard Chartered

Mengintegrasikan karyawan dari American Express Bank (AEB) merupakan prioritas setelah dilakukan akuisisi oleh Standard Chartered Bank pada tahun 2008.

Di Taiwan, lokakarya Sinergi diselenggarakan bagi karyawan AEB dan Standard Chartered untuk merayakan sejarah dan keberhasilan kedua organisasi. Dengan menggunakan gulungan visual, menggambarkan kejadian penting yang merupakan kunci bagi kedua bank sebelum integrasi dan kemudian mendiskusikan posisi pasar saat ini, peserta mencapai konsensus dan berkomitmen untuk bekerja bersama sebagai tim sesuai visi Bank.

Karyawan juga mengambil bagian dalam sejumlah aktivitas, yang menyorot budaya dan nilai Standard Chartered dan hal itu memberikan kesempatan untuk mengembangkan jejaring dan berbagi praktik terbaik.

Atas

Investasi komunitas

Hidup berdampingan dengan HIV 'lokakarya Train the Trainer '

Lebih dari 2 Juta Dolar AS disumbangkan untuk pembangunan pascagempa

In August 2008, Standard Chartered conducted ‘Train the Trainer’ training for our South American region covering seven countries. This was set up to coincide with AIESEC’s 2008 International Congress and 60th anniversary celebrations, where 600 AIESEC students from 100 countries gathered in Brazil with the event themed around ”Responsible for Sustainable Future“. Newly trained HIV Champions conducted a practical one and half hour workshop to a group of 30 AIESEC students, covering the five key areas at the heart of our HIV education programme.

 

Many of the students were already involved in HIV education with Standard Chartered in their own countries, and this was reflected in the high level of knowledge demonstrated in the pre-workshop quiz, although knowledge levels increased for everyone after the session. The workshop gave an opportunity to discuss many issues surrounding HIV, supporting our advocacy that face-to-face education provides a friendly, non-threatening environment to discuss challenging topics and will more likely encourage behaviour change than online education alone.

 
Atas

Menjadi sukarelawan dan meningkatkan layanan perawatan mata di Dhaka

Rumah sakit mata melihat manfaat dari sumbangsih para sukarelawan

Sukarelawan Standard Chartered membantu Rumah Sakit Mata Islamia di Dhaka menghemat ribuan dolar, menggunakan keahlian inti mereka untuk menyarankan pembaruan sistem teknologi informasi mereka. Karyawan Standard Chartered lainnya melewatkan satu hari menjadi sukarelawan membantu dokter, menjawab pertanyaan pasien dan menemani mereka ke dan dari rumah sakit.

Rumah sakit adalah satu dari empat tempat di ibukota Bangladesh yang mendapatkan keuntungan dari 5 tahun kemitraan dengan Seeing is Believing. Kemitraan akan mendanai operasi koreksi, juga pelatihan yang ditingkatkan untuk staf rumah sakit dan layanan pendukung perawatan mata yang lebih baik untuk lebih dari 270.000 orang yang mempunyai masalah penglihatan di kota. Dhaka adalah satu dari 20 kota di seluruh dunia yang menerima dukungan sebagai bagian dari Vision 2020.

Atas

Gempa bumi Sichuan

Lebih dari 2 Juta Dolar AS disumbangkan untuk pembangunan pascagempa

Standard Chartered memberi komitmen lebih dari $3 juta untuk upaya rekonstruksi setelah gempa bumi Sichuan yang dahsyat di China, yang memakan korban puluhan ribu orang, dan membuat ratusan ribu orang lainnya kehilangan tempat tinggal.

In addition, the Bank set up a relief fund for donations from our employees in China, and in keeping with the Standard Chartered spirit, many employees from around the world also wanted to help. A number of markets, including Hong Kong, Singapore and the UK also set up accounts for employee donations.

 
Atas

Ikhtisar

  • Proyek teknologi bersih dan energi terperbarui senilai 3,2 miliar dolar AS telah didanai sejak 2007
  • Kredit senilai 385 juta dolar AS dikucurkan bagi mitra lembaga pembiayaan mikro
  • Penglihatan 2 juta orang pulih berkat Seeing is Believing